preloader

Kisah Teladan: Kecewa Karena Pamrih

Sobat Cerdas, di hari-hari sebelumnya, Kisah Teladan di blog ini dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang bisa kita contoh akhlaknya. Kali ini ada sebuah kisah tentang seorang tokoh yang bukan untuk dicontoh, melainkan untuk dijadikan pelajaran agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama. Tentang seorang laki-laki bernama Said bin al-Ash yang melakukan sesuatu tanpa keikhlasan karena hanya mengharapkan pamrih. Pada akhirnya, seseorang yang pamrih hanya akan mendapatkan perasaan kecewa ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan balasan yang diharapkannya. Oleh karena itu, mari kita bersama menjauhi sikap pamrih dan memetik pelajaran yang berharga dari kisah di bawah ini ya. 🙂

Said bin al-Ash adalah laki-laki kaya yang selalu mengharap pamrih. Suatu ketika, budaknya menderita suatu penyakit. Si budak sangat sedih karena tidak ada seorang pun yang peduli dan mau menengoknya ketika ia sakit.

Budak itu merasa putus asa. Ia lalu memohon pada Said agar mau datang menjenguknya. Budak itu berkata, “Tuan, saya memiliki uang tiga puluh dirham yang saya simpan di dalam tanah. Jika saya meninggal, ambil saja uang itu!”

Said terkejut mendengar ucapan budaknya. Sejak saat itu, Said menaruh perhatian pada budaknya. Ia lalu menyuruh seseorang untuk merawat dan memenuhi segala yang dibutuhkan oleh budaknya itu.

Pada hari yang telah ditentukan Allah, budak itu meninggal dunia. Said pun membeli kain kafan yang bagus serta mengurus jenazah budaknya. Setelah acara pemakaman, ia segera menggali tanah di sekitar rumahnya. Namun, ia sangat kecewa ketika tidak mendapatkan uang itu. Sementara itu, penjual kain kafan selalu datang menagih utang.

Said kemudian berkata, “Aku akan membongkar makamnya dan akan menarik kain kafan yang dipakainya.” Si pedagang kain kafan tidak peduli dengan apa yang dikatakan Said. Ia hanya menginginkan uang kain kafan itu segera dibayar.

Sumber Cerita: pustaka-indo

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *