preloader

Perumpamaan Gaji Seorang Istri Di Rumah

Sobat cerdas, mari kita simak percakapan berikut ini :

“Karaokean yuk Bro” // “Kagak ada duit Bro”.

“Dih… gaji udah gede masa gak ada duit,” Nita menimpali.

“Biasa… keuangan dipegang bendahara di rumah” // “Suami takut istri lu ya, hahaha,” ujar Nita usai menyeruput thai tea kesukaannya.

“Iya ih! kerja yang capek lu…, masa uangnya dipegang istri semua, sisain buat nyenengin diri sendiri juga dong Bro!” Wendy menepuk bahu Bayu sambil memegang kopi St*rb*cks andalan mood boosternya.

“Istri gue juga capek kerja tau” // “Kerja apaan?!, bukannya istri lu pengangguran ya ?” tanya Nita sambil mengernyitkan dahi, karena yang dia tahu istri Bayu hanya di rumah saja.

“Istri gue bukan pengangguran, dia bekerja!, bahkan gaji yang gue berikan sepertinya kurang buat membayarnya”.

“Kerja apaan?, palingan shopping atau nyalon, hahahaha. ” Wendy ketawa karena merasa jawaban Bayu aneh. // “Setiap wanita punya pilihan untuk bekerja friend, Ada yang memilih bekerja di ranah domestik dan ada yang memilih bekerja di ranah umum”. Wendy dan Nita terdiam, lalu Bayu melanjutkan pembicaraannya.

“Nah, istri gue memilih kerja di ranah domestik, dia menyediakan waktunya full 24 jam untuk melayani gue dan anak-anak gue, menyediakan apa yang kita butuhkan dan selalu siapa siaga dan ada saat kita butuhkan, so bagi gue dia istri yang baik yang pantas menerima semua gaji gue”

“Terus menurut lu istri yang bekerja itu tidak baik?” Nita merasa tersinggung.

“Oh… No…, gue sedang tidak bahas wanita bekerja karena semua dengan pilihan masing masing, dan tentu dengan konsekuensi masing-masing, di sini gue cuma tidak ingin wanita yang bekerja di ranah domestik dipandang sebelah mata, karena keduanya sama-sama baik dan tentu dengan tujuan masing-masing”.

Nita mulai menyadari jika yang dikatakan bayu itu benar. Sambil sesekali memandang foto keluarga di meja kerjanya, Bayu melanjutkan pembicaraannya. “Istri gue adalah chef yg baik buat gue, menu apa yang gue minta dia selalu sajikan di meja. Andai gue dan dua anak gue makan di luar, 3x sehari kali 3 orang kali 25.000 kali sebulan, berapa sudah totalnya friend, kisaran 6.750.000. Lalu kalau gue laundriin baju gue dan anak anak gue sebulan kisaran 200.000, total 6.950.000. belum lagi kalau gue pakai jasa antar jemput sekolah anak gue, sebulan 450.000, total 7.400.000. Terus kalau gue bayar orang buat bersihkan rumah, sebulan 700.000, total 8.100.000 dan kalau gue bayar baby sitter buat ngurus anak gue yang balita, sebulan 2.500.000, total 10.600.000, juga belum pelayanan plus-plus dari istri gue yang gue dapatin secara gratis kapan saja gue mau. Bayangin kalau gue pake jasa luar, seminggu bisa habis gaji gue!”.

“Disini gue bukan mau hitung-hitungan ya friend, itu kenyataan, karena gaji gue yang tidak sampai 8 juta saja, tetapi di tangan istri gue bisa cukup untuk semua itu, bahkan bisa buat bayar sekolah anak gue dan bisa bayar cicilan rumah pula. Itulah kenapa gue sayang banget sama istri gue, karena apa yang gue berikan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengorbanan dan pengabdian dia ke gue dan anak-anak gue. Dan satu hal lagi, kalau istri gue nyalon itu juga demi agar terlihat cantik buat gue dan saat dia shopping, dia sering mendahulukan kebutuhan gue dan anak-anak gue, jadi tidak ada salahnya mau shopping atau nyalon juga”. Mendengar ceramah panjang Bayu, Wendy dan Nita tidak berani berkata sepatah katapun. “Makanya gue tidak bisa senang-senang sendiri, kalau gue senang-senang mereka juga harus senang-senang, karena mereka yang akan selalu ada di saat gue susah dan senang”. Semoga kita semua diberi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *