preloader

Memaafkan vs Melupakan

Mungkin kamu sudah memaafkan tetapi belum melupakan karena otak manusia merekam ingatan dan tidak mudah terhapus begitu saja. Sobat cerdas yang merasa sudah dapat memaafkan namun tidak dapat melupakan adalah hal yang wajar ya. Namun, kita bisa belajar bagaimana cara memaafkan dan mengikhlaskan. Memaafkan bukanlah melupakan, melainkan melepaskan luka. Memang memaafkan dan melupakan adalah dua hal yang tidak mudah dipisahkan. Memaafkan bukan berarti kita akan melupakan, tetapi memaafkan juga tidak berarti kita membiarkan diri disakiti dengan cara atau oleh orang yang sama. Ada pepatah yang mengatakan “Maafkanlah tetapi bijaksanalah” .

Manusia dirancang untuk menyimpan memori dan mengupload emosi. Yang perlu kita lakukan hanyalah keikhlasan memaafkan agar kesalahan yang sudah ada dalam memori kita tidak menjadi dendam kita ke depannya. Kamu harus tetap bergerak maju. Boleh melihat ke belakang hanya untuk menjadikan kejadian masa lampau sebagai pembelajaran. Kamu harus menutup sebuah cerita yang lama dan siap membuka lembaran yang baru maka kamu akan mendapat ketenangan dan kelegaan ketika melakukannya.

Banyak yang mengatakan bahwa melupakan adalah hakikat dari memaafkan, ada yang mengatakan memaafkan tidak harus melupakan, dan ada juga berkata bahwa memaafkan adalah melupakan. Kalau menurut sobat cerdas bagaimanakah? Memaafkan itu harus tetapi tidak melupakan agar menjadi pelajaran dan tidak terulang. Memaafkan itu merubah pandangan dan melupakan itu menghapus pelajaran. Cara berdamai dengan hati bukan dengan melupakan tetapi memaafkan. Memaafkan memang tidak akan merubah masa lalu, tetapi akan melapangkan masa depan. Cara agar kita lupa dengan kesalahan orang lain adalah dengan merubah target dari melupakan menjadi mengurangi rasa sakit dari memori dengan cara memaafkan. Nah, sekarang sobat cerdas sudah paham ya dengan perbedaannya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *